Traders assign a 97.9% implied probability to no Chinese invasion of Taiwan by the end of 2026 because verifiable military indicators show no shift from routine gray-zone pressure to the massive amphibious mobilization required for such an operation. Recent PLA aerial sorties and naval patrols around the island remain consistent with prior months and below peak 2025 levels, while U.S. assessments indicate Beijing lacks sufficient multi-axis landing, sustainment, and air-sea control capacity for a full-scale campaign before at least 2028. Diplomatic engagement, including Xi Jinping’s late-September Washington visit, and focus on Taiwan’s 2028 election further align with this timeline. Scheduled events like ongoing live-fire drills and carrier transits have not altered the pattern of incremental coercion rather than imminent conflict.
Pasar ini akan diselesaikan sebagai “Ya” jika China memulai serangan militer yang bertujuan untuk menguasai bagian mana pun dari Republik Tiongkok (Taiwan) paling lambat pada 31 Desember 2026, 23.59 ET. Jika tidak, pasar ini akan diselesaikan dengan hasil “Tidak”. Wilayah di bawah pemerintahan Republik Tiongkok, termasuk pulau-pulau berpenghuni, akan memenuhi syarat; namun, pulau-pulau tak berpenghuni tidak akan memenuhi syarat. Penyelesaian pasar ini akan didasarkan pada konfirmasi resmi dari China, Taiwan, Perserikatan Bangsa-Bangsa, atau anggota tetap Dewan Keamanan PBB mana pun; namun, konsensus dari pemberitaan yang kredibel juga akan digunakan.
Terjemahan mesin. Jika ada perselisihan, teks asli yang berlaku.